SECERCAH HENING
Senin, 2 Desember 2024

Mat 8 : 5-11

“Lumpuh”

Menata lembut pengharapan,
Mendamba hadirnya sapaan,
Menopang diri dari keputusaan
Belajar bangkit dari keterpurukan.

Kelumpuhan hidup, tidak selalu berupa kelumpuhan fisik. Tetapi kerasnya tekanan hidup bisa membawa orang pada keputusasaan dan kelumpuhan. Maka klasifikasi jenis sakit, tentu bukan hanya sakit fisik, tetapi bisa jadi sakit psikis dan rohani yg bisa menimbulkan kelumpuhan hidup. Jenis penyakit ini bisa mengenai siapapun sepanjang jaman. Maka Yesus dalam Injil hari ini menawarkan daya kesembuhan demikian :

“Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepadaNya: “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderitaYesus berkata:
” Aku akan datang menyembuhkannya. Tetapi jawab perwira kepadaNya : “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan didalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh”.

Kesembuhan hamba perwira pertama-tama karena passion dari perwira atas kelumpuhannya yg dengan semangat untuk datang dan memohon kepada Yesus. Dan kesembuhan itu menjadi sempurna ketika perwira menjadi makin rendah hati dan merasa tidak layak menerima kedatangan Yesus.Mengapa hambanya atau si lumpuh tidak meminta sendiri kesembuhan kepada Yesus? Bisa jadi karena dua hal.
1) Si lumpuh tidak tahu bahwa dirinya sakit. Karena telah biasa lumpuh sehingga tidak tahu lagi bahwa hidup mesti bergerak dan dinamis. Pada titik tertentu seseorang bisa berada pada “zona kelumpuhan” yang akhirnya nyaman dengan kelumpuhannya.
2) Setiap kelumpuhan hidup selalu menimbulkan passion baru atau ketergerakan atau panggilan bagi yg lain utk menarik kelumpuhan sesamanya menuju pergerakan hidup. Maka kesembuhannya memang dirancang oleh Tuhan dgn melibatkan yg lain.Dari Injil hari ini, nampakkanya kitapun dipanggil utk refleksi diri adakah kelumpuhan hidup yg perlu kita mintakan kesembuhan dari Yesus, ataukah kita juga dipanggil seperti perwira menjadi perantara bagi orang – orang dekat kita yg sedang mengalami kelumpuhan, utk meminta kesembuhan pada Yesus ?. Lepas dari sikap keduanya, semangat rendah hati menjadi awal kehidupan untuk layak disentuh oleh Yesus. Maka di masa adven ini mari kita menumbuhkan sikap rendah hati. Agar kelumpuhan diri kita maupun sesama kita, bisa mudah untuk di sapa dan disentuh Tuhan menuju kesembuhan yang sempurna.

Contemplating
Marilah kita hening seluruh keberadaan diri kita, adakah titik-titik kelumpuhan yg perlu disembuhkan oleh Yesus.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan atau kuubah agar makin rendah hati.

Reflecting
Apakah hidupku banyak ditentukan oleh gaya relasiku dgn Yesus ? Ataukah banyak gaya tanpa makna hingga kurang mengenali sisi-sisi kelumpuhan yg perlu disembuhkan oleh Yesus.

Praying
Allah Bapa kami, lembutkanlah kekerasan hati kami, agar jiwa kami mudah dibentuk oleh relasi kami dengan Yesus PuteraMu, hingga kami sembuh dari aneka kelumpuhan hidup kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP