SECERCAH HENING
Minggu,8 Desember 2024

Luk 3:1-6

“Semangat Profetis”

Hening merangkul jiwa sepi
Meneduh di ruang sunyi
Bertobat dan murnikan diri
Menantikan Dia yg suci,
Hidup makin diberkati

Seorang guru spiritual mengatakan:”Hormat terhadap kata-kata menyiratkan suatu kerendahan hati di hadapan kebenaran dan dihadapan orang lain”.(Timothy Radcliffe) .Artinya kita diajak untuk memberi kesaksian hidup yg rendah hati melalui setiap tutur kata yg benar, yg memberi inspirasi orang lain untuk hidup benar terhindar dari budaya kesombongan. Sebagai pengikut Kristus kita semua dipanggil memiliki semangat kenabian (Profetis) melalui konteks dan peran kita masing-masing, mungkin mulai yg sederhana setiap peristiwa hidup tiap hari kita jadikan momentum untuk mengarahkan diri bertobat yaitu hidup makin selaras dengan hal baik yg Tuhan kehendaki. Seperti juga yg diwartakan oleh St. Yohanes dalam Injil hari ini:

Datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan:”Bertobatlah dan berilah dirimu dibabtis dan Allah akan mengampuni dosamu seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yg berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yg berliku-liku akan diluruskan, dan semua orang akan melihat keselamatan yg dari Tuhan”.

Yohanes menjadi perintis jalan keselamatan selain melalui “kata-kata” dan seruan tobat juga melalui teladan. Ia bahkan menjadi murid pertama dari setiap kata yg diucapkannya. Dan dari seruan kata-kata yg mujarab mampu mengubah dunia karena dirinya sendiri mengungkapkan dan mewujudkan apa yg diucapkannya. Mengapa bisa demikian? Karena ia taat pada Allah, yang diwarisi dari tuntunan kebenaran iman dari orang tuanya yg bisu sebelum dirinya diberi nama Yohanes. Agar hidup kita juga layak mengambil bagian dalam semangat profetis maka pertama tama kita perlu memiliki sikap taat dengan membiasakan diri pada pola sikap:
T= Tresno mring Gusti
A= Andap asor
A= Ajrih marang Gusti
T= Tumuju ing kabecikan. Istilah di atas adalah bahasa jawa yang artinya. T: Tresno yang Cinta pada Allah menjadi dasar kehidupan karena kita lebih dulu dicintai Allah. A: Andap asor artinya rendah hati, kata-kata yg terucap dari bibir seseorang menunjukkan kualitas pribadinya. Jika kata-kata yg terungkap penuh makna kesombongan berarti sesungguhnya kualitas dirinya rendah. A: Ajrih mring Gusti, artinya takut pada Allah. Orang yg takut akan Allah tidak mudah tergoda untuk berbuat kejahatan dan kemunafikan sehingga sikap hidupnya akan dituntun pada semangat T: Tumuju kabecikan, artinya seluruh orientasi hidupnya hanya terarah pada sikap dan tindakan yg baik untuk dirinya, sesama dan Tuhan. “Karena hanya orang yg mencintai yg bisa taat, hanya orang taat yg rendah hati dan takut akan Tuhan, sehingga seluruh hidupnya tertuju pada kebaikan”. Inilah semangat profestis yg diharapkan dari kita sebagai Yohanes Yohanes masa kini, sehingga layak menyambut kelahiran Tuhan dengan hidup yg berkenan.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk makin dekat menyelam dalam samodera kehidupan Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar memiliki semangat taat dalam kehidupan tiap hari.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah mewujudkan semangat kenabian yg membuat sy makin bertobat dan hidup makin baik.

Praying
Bapa yg maha kasih tuntunlah hidup kami dalam Kebenaran. Agar tindak tanduk dan tutur kata kami senantiasa memuliakan Engkau dan menginspirasi kebaikan untuk sesama kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP