SECERCAH HENING
Rabu, 25 Desember 2024

Yoh 1 : 1-18

“Terang Telah Datang”

Beribu abad menanti,
Terbebas dari penjara hati,
Fajarpun riang bernyayi,
Dan senjapun bersuka hati.

Kini telah lahir di bumi,
Raja Damai yang dinanti,
Lahir baru gerakkan sendi sendi,
Hidup baru dia tiap hati.

“Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem”. Inilah tema Natal kita tahun ini yang mengandung tiga nilai utama yakni: Pengharapan, kesederhanaan dan inklusivitas. Maka kekhasan paling hakiki dari perayaan Natal dari abad ke abad, bukan kandang, bukan gua, bukan palungan, bukan juga hingar bingar hiasan dan asesoris natal yg tiap tahun bisa berganti. Tetapi pesan moral yg lahir dari situasi saat ini serta makna maklumat kelahiran yg tak tergantikan namun selalu memberi makna baru. Dimana kelahiran di rayakan dengan kreatif sebagai ungkapan belas kasih Tuhan yg melampaui segalanya. . Hari inipun kita merayakan dan sabdaNya abadi :

” Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dunia”.

Perayaan natal kapanpun akan dikumandangkan: Hari ini telah lahir bagimu juru selamat Kristus Tuhan sebagai terang yg telah datang. Dan kelahiran selalu membawa pergerakan dan perubahan sebagai buah dari Cinta. Cinta itu membuat orang kreatif menemukan jalan jalan baru yg berubah. Perubahan yg pertama terjadi adalah kehidupan para gembala dari keseharian hidupnya. Mereka sontak menjadi pembawa warta sukacita dan kedamaian serta memuji Allah. Kandangnya yang kotor menjadi tempat dibaringkanNya penyelamat yg dipuji dan disembah oleh segala bangsa dan hal itu sudah bisa kita bayangkan sebuah perubahan besar dalam hidup. Namun karena warta ini membawa kedamaian maka perubahan itu membawa sukacita besar bagi sesamanya.
Maka Natal adalah memaknai kisah perlawatan Tuhan yg sederhana dan menyentuh titik batas hidup kita yg paling bawah. Setelah 20 abad lebih Yesus tidak ingin lahir di kandang Betlehem lagi, tetapi di hati setiap orang dan dihati kita. Maka marilah hari ini kita lebih fokus menata batin kita, jangan kandangkan Yesus di gua yg kita buat artistik di Gereja dan di rumah rumah kita saja. Tetapi mari kita jadikan hati kita juga palungan-Nya yg paling nyaman untuk melahirkan aneka kebaikan dalam hidup. Mari kita sentuh palungan batin kita untuk mohon dibersihkan hari ini agar Yesus terlahir dipalungan hati kita sebagai Betlehem baru sebagai rumah roti untuk terus berbagi. Hingga terang kelahiran-Nya memancar dalam wajah kita, tutur kata kita, pikiran kita, tindakan kita yg damai. Semoga palungan batin kita layak disinggahi Yesus, dan kitapun layak disentuh dan menyentuh palungan itu agar lahirlah Yesus secara baru di Betlehem yang baru yakni hati kita, rumah tangga kita, komunitas kita, masyarakat kita.
Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem yang baru. Sambil terus bersenandung Gloria In Excelcis Deo. Mari melahirkan kebaikan dan kedamaian bagi dunia di sekitar kita. Shallom.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa raga kita, kita sentuh palungan-Nya agar hati kitapun layak menjadi gua ternyaman bagiNya.

Actuating
Mari kita biasakan menjadikan setiap kata, dan tindakan mampu menjadi saat melahirkan Yesus yg membawa damai.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah menjadi palungan yg nyaman untuk melahirkan misi Yesus yg membawa damai bagi sesama.

Praying
Bapa di surga, syukur atau perjalanan iman yg mengantarkan kami kembali untuk boleh merayakan kelahiran Yesus di Palungan. Layakanlah hati kami juga menjadi palungan yg nyaman untuk lahirnya bayi Yesus yg membawa damai. Hingga hidup kami menjadi suara kedamaian bagi sesama. Demi Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Gloria in Excelcus Deo
Selamat Natal
Sr.Albertine.OP