SECERCAH HENING
Selasa, 4 maret 2025
Mrk 10: 28-31
“Go Show”
Di jaman “go show” banyak hal dimaknai bukan dari apa yg bisa di terima saja tetapi juga apa yg bisa dipersembahkan secara cuma-cuma atau ringan dengan kualitas yang memadai bahkan melampaui dari harapan. Fasilitas “go show” juga dipakai dalam konteks moda transportasi contohnya tiket kereta api dalam jarak dekat dengan harga ekonomi mendapatkan fasilitas eksekutive. Artinya inves yg kita berikan minim namun nilai yg kita dapat berlipat lipat. Semakin hidup manusia berkualitas, semakin mampu memberikan dari dirinya berlebih bukan karena ia telah atau akan mendapatkan tetapi karena integritasnya telah matang. Hal senada juga di tekankan oleh Yesus dalam pengajaran tentang makna kehidupan bagi para murid-Nya demikian:
“Setelah Yesus berkata betapa sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Allah, berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau! ” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudara perempuan, ibunya atau bapaknya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini akan menerima kembali seratus kali lipat”.
Makna kehidupan dalam mengikuti Yesus, bukan pertama-tama digerakkan oleh motivasi atas apa yg akan didapat seperti halnya fasilitas “go show” tetapi tentang relasi kasih, tentang kebebasan, tentang pemberian diri, tentang kematangan. Karena panggilan mengikuti Yesus adalah buah dari ketergerakkan hati yg terpikat oleh pengalaman rohani akan Allah. Pengalaman rohani mampu mengubah orientasi seseorang dari yg berpikir pola management manusiawi ke pola management ilahi. Dimana ukuran Allah tak terjangkau oleh ukuran dari pikiran manusia. Maka secara manusiawi seseorang rela meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti Yesus. Dan kepenuhan serta kebahagiaan yg sejati bukan soal apa yg akan didapat tetapi justru pemberian diri yg sepenuh penuhnya. Selebihnya tentang apa yg akan didapat tak terpikirkan sebagai hal yg utama dalam hidup. Selebihnya adalah urusan Allah yg pada akhirnya mendapatkan yg berlipat dilihat dari pengalaman iman. Dan diteguhkan pula oleh rasul Paulus upahku bekerja adalah bekerja tanpa upah. Relasi yg matang dengan Yesus yg berbelas kasih sanggup mengubah tata nilai dan prioritas hidup yg tak lagi diukur dari untung dan rugi. Tetapi seberapa besar kita telah memberi. Jangan menunggu sesuatu menjadi mudah sampai engkau terbiasa memberikan diri dengan total dalam setiap kebaikan utk Tuhan dan sesama.
Contemplating
Heningkan diri sadari, gerak batin dan arahkan untuk makin lepas bebas dalam mencintai Tuhan.
Actuating
Membiasakan diri hidup dengan kekuatan dari energi yg ditimba dari Allah.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin hidup yang bersumber pada kekuatan Allah.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami keberanian untuk hidup dengan mengejar kekayaan yang sejati yakni hidup makin berbagi dan mencintai di atas segalanya.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP





Recent Comments