SECERCAH HENING
Senin, 24 Maret 2025

Luk 4: 16-30

“Casing”

Menyapa dlm keterbatasan bahasa,
Mencinta dlm kerapuhan jiwa,
Mengada dgn pembersihan rasa,
Berempati tuk kemuliaanNya.

Jembatan kasih kian terbuka,
Mengayun langkah pertama,
Menerima apa yang ada,
Memandang Dia dalam segalanya

Sering kita mendengar nasehat : Carilah tempat dimana engkau dihargai, maka valuesmu akan berkembang dan memiliki eksistensi yang jelas. Dan jauilah orang-orang atau tempat dimana engkau tidak dihargai atau ditolak supaya dirimu tidak kehilangan nilai yang engkau miliki.
Memang penyakit terberat pribadi manusia adalah jika ia mengalami sebuah penolakan. Dan penolakan yang paling menyakitkan jika ditolak atau tidak diterima oleh orang orang terdekat yang semestinya6 menerima dan mengasihi kita. Pengalaman itu dialami oleh Yesus pada zamannya. Seperti dalam bacaan Injil hari ini.

Ketika Yesus datang ke Nazaret, ia berkata kepada umat di rumah ibadat,
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi dihargai di tempat asalnya”.

Manusia cenderung mementingkan kulit luar atau casingnya atau hal-hal fisik atau hal duniawi yang kelihatan, kurang mampu melihat sisi lebih dalam yang sesungguhnya merupakan karya Allah sendiri. Melihat penampilah fisik atau performa Yesus semua orang takjub dan mengaguminya. Namun ketika mulai sadar siapa Yesus secara riil yaitu hanya orang biasa, anak tukang kayu Yosef, mereka mulai tidak simpatik bahkan mengusirnya. Kesombongan mereka yg sekaligus menunjukkan kebodohan mereka menolak Yesus menghalangi mereka untuk bisa melihat Yesus sebagai representasi Allah yg menyelamatkan.Mata mereka tak sanggup menembus kemanusiaan Yesus sebagai sarana menghantarkan mereka mengenali Allah secara nyata. Kebenaran pengetahuan mereka kurang diimbangi dengan kebenaran iman akan misteri Allah, hingga seluruh indera dan nurani mereka kebal. Padahal Allah itu nyata hadir dalam setiap hal baik yg ada dalam realitas hidup kita. Semoga bacaan hari ini memantapkan kita untuk makin terbuka terhadap tanda-tanda sapaan Allah dalam hidup tiap hari, mungkin saja lewat orang – orang dekat di sekitar kita, suami kita, isteri kita, anak kita, tetangga kita, anggota komunitas kita dan setiap peristiwa yg kita alami. Semoga misteri kehadiran Allah mampu kita tangkap,kita terima dan syukuri lewat hidup kita yg sederhana sekalipun namun menghantar kita makin dekat dengan Yesus.

Contemplating
Hening…… Hadir penuh dihadirat Tuhan. Tarik nafas perlahan. Sadari setiap tarikan nafas adalah saat menimba belas kasih Tuhan. Biarkan Tuhan mengisi ruang batin kita.

Actuating
Membiasakan diri hidup dengan melatih panca indera untuk makin peka mengalami kebaikan sebagai sapaan Allah sendiri.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan rendah hati terhadap sapaan Allah.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang damai, agar kami mampu mengembangkan kepekaan untuk mengalami kehadiran-Mu tiada henti, demi keselamatan kami
Karena Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP