SECERCAH HENING
Minggu, 13 April 2025

Luk 22:14-23:56

“Loving Memories”

Konspirasi jadi bukti
Derita jadi saksi
Cinta dan pemberian diri
Jalan tersuci utk mencintai

Setiap orang yang mencintai, kisah kebersamaannya selalu menyiratkan kenangan-kenangan berharga. Bukan soal romantisme hubungan afeksi yang sekejap musnah. Tetapi sebuah lukisan yg bisa tergores apik dalam jiwa seseorang yang saling mengasihi. Demikian juga hubungan Yesus dengan para murid yang sesungguhnya tak begitu lama hanya kurang lebih 3 tahun, namun lukisan kisahnya abadi menjadi menjadi sebuah kenangan yg layak untuk terus dihadirkan sepanjang jaman. Seperti dalam Injil hari ini:

Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya. Kata-Nya kepada mereka:”Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah”.

Makan bersama menjadi saat terindah bagi para murid karena tiap kali Yesus melukis pengalaman batin dan jiwa yg indah, sekaligus memberi kekuatan energi dari dalam yg melampaui kekuatan sebuah makanan biasa. Yang kemudian hari akan menjadi moment penting bagi Gereja untuk menghidupkan nilai dan rahmah ilahi yang menyelamatkan dalam hidup peziarahan orang beriman. Hari ini juga Gereja mengajak kita memasuki pekan suci. Saat kita diajak menyelami misteri penderitaan sebagai bukti cintaTuhan itu hidup dan nyata ada. Dan kenangan makan bersama atau ekaristi yg diulas dalam bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk rela hadir dalam kenangan itu untuk mengambil bagian yg hidup dari kisah demi kasih. Bukan tentang kenangan masa lalu. Tetapi menghadirkan makna itu dalam batin kita masing-masing. Hingga perayaan pekan suci ini memberi energi kekudusan bagi jiwa dan hati kita. Marilah tiap menit, tiap jam tiap hari, kita jadikan perjalanan kenangan indah yg terus terhubungkan dengan kehadiran Yesus dalam batin dan kesadaran kita. Agar kitapun siap tiap saat memasuki dan menyelami setiap derita dan krisis kehidupan ini dengan hati yg damai karena senantiasa terhubungkan dalam kenangan penuh kasih dengan Yesus Tuhan.

Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, hati dan budi kita agar makin mampu mendengarkan Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kita ubah dan biasakan agar makin matang dalam menghayati tiap moment kehidupan sebagai kenangan yg penuh rahmat dengan Tuhan.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku makin matang dan percaya akan penyelenggaraan Allah dalam hidupku.

Praying
Bapa ajarilah kami mencintai firman-Mu dan terus belajar mengenali dan melaksanakan kehendak-Mu, hingga kami layak menghayati setiap kisah hidup, menjadi saat mengalami kehadiran Tuhan sebagai kenangan yg hidup dan menyelamatkan, karena Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP