SECERCAH HENING
Selasa, 6 Mei 2025

Yoh 6: 30-35

Symbolic Way

Kudengar detak pertama
Dalam rahim belantara,
Nyaring d’ keheningan rasa
Kebangkitan akan jd tanda

Kudengar detak pertama,
Hiasi suara keheningan,
Susuri arus kasih sayang
Roti kehidupan jd tanda.

Kudengar detak pertama,
Dalam bayang2 senja,
Pelangi di ujung mata,
Buat hidup penuh rasa.

“Zaman ini, dari aneka tanda yg terlihat, manusia makin kehilangan rasa untuk bisa memaknai setiap tanda kehidupan”.
Sebagaimana para murid ada banyak tanda dan mujizat yg dilakukan Yesus secara mengagumkan namun para murid untuk takut untuk mempercayai apa yg dilihat dan didengar. Bahkan ketakutannya bisa membawanya ke kematian rasa, ‘only thing we have to fear is fear itself’ ( padahal satu satunya hal yg kita takutkan adalah ketakutan itu sendiri). Mujizat Yesus yg telah menyelamatkannya dari badai dan pergandaan roti yg mengenyangkan ribuan orang tidaklah mampu mengubah pandangan mereka tentang Yesus. Sebagaimana Injil hari ini :

” Yesus berkata : inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah , yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yg telah diutus Allah. Jawab mereka:
Tanda apakah yg Engkau perbuat supaya kami dapat melihatnya dan percaya kepadaMu ? “.

Memandang tanda kehidupan dengan rasa tidaklah mudah, apalagi ketika tanda itu menyangkut keselamatan kita. Karena tanda keselamatan kadang tidak hanya hadir dalam tanda yg ajaib dan spektakuler. Tetapi yang sederhana, biasa-biasa, tetapi hadirnya menginspirasi hidup dengan cara yg sederhana, namun memberi energi dan daya ubah yg luar biasa. Namun apakah kita sungguh percaya? Jika percaya maka setiap hari Allah sesungguhnya telah menyusun scenario yg kadang amat lembut untuk menyapa kita. Karena Allah akan hadir tidak akan melampaui kemampuan kemanusiaan kita untuk menangkapnya. Allah sesunggunya hadir setiap hari dalam film kehidupan kita yg nyata. Yang dibutuhkan dari kita adalah kepekaan mempertajam indera agar makin terbuka menangkap sensor kehadiran Allah. Dan cara mempertajam indera adalah keberanian memberi ruang hening dalam hidup, mengosong diri, membiarkan Tuhan masuk dalam kamar sempit diri dan ego kita, dan hadir menubuh dengan kemanusiaan kita. Dari waktu yang ada setiap hari kita perlu memberi waktu yg adil bagi kehadiran Tuhan, bukan saat kita tidur tetapi justru saat kita terjaga dan sadar, supaya kita bisa menangkap tanda kehadiran Allah dengan jelas. Sehingga scenario peta perjalanan hidup kita tidak menyimpang dari rencana Tuhan.
Jangan takut meniti peta perjalanan kaki kita tiap hari, biarkan rasa kita bertumbuh dalam tiap titik perhentian, saat lelah, rapuh, lemah berhentilah sejenak melambat rasakan tanda kehadiranNya yg ajaib hingga kita makin percaya kepadaNya.

Contemplating
Marilah kita heningkan hati, budi, jiwa raga, rasa, agar makin peka merasakan tanda kehadiran Allah.

Actuating
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dan peka terhadap kehadiran Allah.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan peka dibimbing oleh Roh yang menghidupkan.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yg terbuka dan jiwa yg peka, agar hidup kami makin mengalami kepenuhan dan kebahagiaan karena mengenal Kristus yang hadir dalam tanda-tanda kehidupan setiap hari. Dalam semangat Kristus Tuhan dan juru selamat kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP