SECERCAH HENING
Selasa, 13 Mei 2025

Yoh 10:22-30

”Menembus Batas Inderawi

Penantian panjang menganga,
Hening saatnya perteguh rasa,
Harapan jd tumpuan Cinta,
Dia ada di tiap ujung suara.

Indera kita yg paling unik dan berada di dua sisi kepala adalah telinga. Indera ini sangat penting dalam perannya untuk menelaah pesan. Salah mendengar bisa berakibat fatal karena langsung berdekatan dengan otak kita yg mengatur semua stimulus dan respon serta perilaku dan keputusan kita. Kata mendengarkan berkali kali disebut dalam Injil hari ini. Orang yg bisa mendengarkan dengan baik memiliki tingkat keheningan dan kematangan emosi yg dalam. Pesan rohaninya mampu menembus batas inderawi.Hanya domba yg mampu mendengarkan dengan baik membuat gembala juga mendengar dengan baik pula hingga rela memberikan hidupnya tanpa syarat. Sebagaimana dalam Sabda Yesus hari ini:

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku, dan Aku memberikan hidup yg kekal… ”

Bagi Yesus kemampuan murid untuk mau mendengarkan menjadi sangat penting, karena dari padanya ia ditarik ke pengalaman lebih dalam yaitu mengenal dan dikenal Allah. Setelah saling dikenali suara terdalamnya maka ada gerakan dari batin untuk mengikuti-Nya. Yesus adalah pendengar yang baik, kehadiranNya menarik kita untuk menjadi pendengar yg baik pula. Hadir bersama dalam keheningan membuat kita mampu mendengar banyak pesan Tuhan tanpa kata kata. Sebaliknya kata kata kita yg tak terucap terdengar nyaring di hati Tuhan. Hingga perjumpaan itu sungguh berlimpah makna dan kedamaian yg mampu menembus batas inderawi kita ke pengalaman rohani yg mendalam.
Mari kita belajar mendengarkan Tuhan agar kita sanggup mendengarkan jeritan sesama dan diri kita dengan nyaring tanpa harus banyak bicara, untuk bisa melahirkan belarasa dan aksi nyata mendalam dan membawa kebaikan.

Contemplating
Marilah kita hening, menyentuh kedalaman hati, belajar memandang, merasakan kehadiran Tuhan tiap moment hidup kita.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan untuk makin peka merasakan sapaan kehadiran Tuhan dalam realitas hidup.

Reflecting
Apakah hidupku telah memberi waktu yg cukup untuk membangun sikap mendengarkan.

Praying
Yesus, ajarilah aku mendengar suara-Mu dan tinggallah dihatiku, penuhilah, jamahlah, sembuhkanlah luka-luka jiwaku, agar aku boleh mengalami kepenuhan hidup didalam Engkau. Hingga hidupku menjadi baru dan mengalami hidup berkelimpahan karena kuasa-Mu. Demi kemuliaanMu dan keselamatan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP