SECERCAH HENING
Selasa, 29 Juli 2025

Yoh 11:19-27

*”Gaya hidup seimbang”*

Berpeluk rindu tuk kebaikan,
Riang menanti harapan,
Bergegas gapai pertumbuhan,
Tata jiwa tuk keseimbangan.

Merindu dengan haru,
Melayani di titik waktu,
Menyatu dengan Sang waktu,
Bahagia merenda hidup baru.

Mengamati fenomena hidup saat ini, membuat saya makin yakin bahwa banyak orang makin butuh keberanian untuk memilih apa yang terbaik yang tidak akan diambil dari padanya. Artinya orang harus berani untuk siap berubah. Mengapa disebut sebuah keberanian ketika berani memilih yg terbaik itu?. Ya sebuah keberanian, karena bagian yg terbaik itu ternyata butuh perubahan dan kadang sulit dipenuhi manakala hidup kita dipengaruhi banyak keperluan hidup yg lain. Tapi yg menarik yg terbaik itu bukan kekayaan, kesuksesan, aktivitas manusiawi yg spektakuler tetapi justru keberanian memilih sikap dan gaya hidup kontemplatif, menyediakan waktu untuk diam…..merenda kekayaan keheningan dalam diam. Mengenali dan menggali rahmat Tuhan dalam keheningan sebagai sumber energi. Keseimbangan hidup sangat dibutuhkan. Ketika kita dihidup di jaman kemajuan teknologi ini seringkali dinamikanya tidak bisa lagi memberi ruang hening sebagai sumber energi bagi hidup. Karena siapa cepat siapa dapat, sementara memilih yg terbaik kadang harus berani melakukan perubahan *gerak mundur dan melambat* . Tak heran banyak orang sukses hidup dalam kegalauan yg tak bertepi, banyak orang kaya yg hebat namun ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Mengapa? Karena hidup itu perlu dijalani secara seimbang antara gerak mudur dan melambat dalam sikap kontemplatif…. dengan gerak maju dalam cepat seiring idealisme manusia untuk mengembangkan eksistensi dirinya. Hal ini juga dengan tegas oleh Yesus di tekankan dalam Injil hari ini :

“Marta Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya”.

Maria dipuji karena berani memilih yg terbaik. Namun dalam konteks kehidupan, jika tidak ada orang yg berperan seperti Marta, maka kehidupan bersama juga akan kacau dan tidak akan sejahtera. Namun rupanya yg ingin ditekankan oleh Yesus adalah. Keberanian kita untuk berubah dengan membuat hidup dalam keseimbangan. Artinya bahwa segala aktifitas kita semestinya mengalir dari buah keheningan atau kontemplasi kita bersama Tuhan sehingga keaktifan kita membuahkan kedamaian sehingga tidak menyusahkan diri dengan banyak perkara. Karena aneka perkara kita pada satu titik tertentu, bukan kita yg menyelesaikan tetapi kuasa Allah yg kita timba dalam kedekatan kita untuk mendengar Allah. Semoga inspirasi Sabda hari ini, memotivasi kita makin berani berubah dengan memberi waktu sebagian hidup kita untuk hening mendengarkan kehendak Tuhan. Dan menyeimbangkan diri dengan gaya hidup kontemplasi dan aksi. Jangan ragu untuk menata hidup ini dimulai dengan keheningan hati, dan langkah langkah kecil untuk membuat kehidupan lebih seimbang, bahagia dan berkelimpahan.

*Contemplating*
Marilah kita heningkan hati, budi, jiwa raga, rasa, agar makin menyelami dan memandang dunia ini cinta Allah.

*Actuating*
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka melihat Allah dalam segala sesuatu.

*Reflecting*
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dibimbing oleh untuk berani memilih yg terbaik.

*Praying*
Allah Bapa kami, berilah kami hati untuk makin mengasihi-Mu, Hingga pergumulan hidup kami baik dalam kegagalan maupun kesuksesan tetap mampu memilih bagian yg terbaik dalam hidup.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine. OP