Peristiwa yang sakral dan penuh makna pada tanggal 1 Juli 2024 bagi ke empat (4) saudari kami yaitu, saudari Anastasya Cristiana Firdausi berasal dari Keuskupan Agung Semarang, saudari Elisabet Gelole Puhun, saudari Agnes Lema Hokon, dan saudari Reinildis Atta Lowu ketiganya berasal dari Keuskupan Larantuka.

Perayaan ibadat sabda penerimaan busana kebiaraan yang dilaksanakan di Kapel Novisiat OP Jl.Melati Wetan No.55 Baciro Yogyakarta dan dipimpin oleh Romo Yulius Sunardi, SCJ. Dengan tema syukur yang telah dipilih oleh para pestawati yaitu “Berakar dan  bertumbuh dalam Kristus”. Peristiwa ini menjadi titik awal dari perjuangan empat saudari kami yang dengan setia dan berani menanggapi panggilan Tuhan dan menjalani proses pembinaan sebagai Postulan OP. Hingga pada hari yang bahagia ini mereka diperkenankan untuk memasuki masa pembinaan lanjut sebagai Suster Novis OP (Ordo Pewarta).

Pada perayaan ini, Romo Yulius Sunardi, SCJ mengungkapkan penerimaan busana kebiaraan. Sebagai tanda kebiaraan para saudari yang semula mengenakan pakaian berwarna-warni sekarang mengenakan busana baru khas biara. Hal ini menandakan bentuk perjalanan baru sebagai murid Kristus yang membutuhkan kesiapsediaan, kemantapan hati, dan keyakinan untuk melangkah. Jubah adalah satu tenunan yang tak terbagi yang dibiarkan utuh dan melekat didalam tubuh kita. Ini adalah wujud persembahan diri, dan hendaklah dipelihara sebagai bagian dari hidup demikian juga hati demi kemuliaan Tuhan dan pelayanan bagi sesama.

Dalam bacaan injil juga di sampaikan bagaimana perjalanan kemuridan, layaknya sebagai biarawan biarawati harus berani melepaskan apa yang menjadi kelekatan dan kenyamanan, apalagi jika sudah memilih sebagai calon Pewarta (OP) yang tidak selalu tinggal di tempat dimana ia berkarya, saat itulah kita akan diuji apakah kita siap melepaskan kenyamanan kita.

Pemberian nama kebiaraan juga menandai pemisahan mereka dari dunia dan menegaskan komitmen mereka untuk hidup sesuai dengan prinsip dan nilai kehidupan religius. Dengan demikian saudari Anastasya Cristiana Firdausi menjadi Sr.Maria Evarista,OP, saudari Elisabet Gelole Puhun menjadi Sr.Maria Yudit,OP, saudari Agnes Lema Hokon menjadi Sr.Maria Stela,OP, dan saudari Reinildis Atta Lowu menjadi Sr.Maria Yulita,OP

Melalui penerimaan busana kebiaraan dan nama kebiaraan, Para Suster Novis mengambil langkah yang simbolis untuk memulai panggilan hidup mereka sebagai anggota Kongregasi dan kesiapsediaan untuk menjadi Pewarta kabar sukacita bagi Gereja dan dunia.