SECERCAH HENING
Kamis, 24 Juli 2025

Mat 13: 10-17

*”Deep Listen”*

Sirap sirap dalam gelap
Menangkap yg tersirat
Terpana hingga senyap
Bahagia meski sekejap

St. Thomas Aquinas dalam buku etika kebahagiaan menyatakan bahwa kehagiaan manusia ada 2. Yaitu Kebahagiaan natrural : Kebahagiaan yg berasal dari keutamaan-keutamaan manusiawi dan keutamaan intelektual. Sedangkan kebahagiaan supernatural yaitu kebahagiaan yg melampaui yg natural, kebahagiaan ini memiliki karakter abadi dan spiritual. Esensi kehagiaan ini terkandung dalam kontemplasi akan esensi ilahi yaitu Allah.
Namun meskipun kontemplasi ilahi, ketika dilakukan oleh kita secara manusiawi tetap melibatkan indera kemanusiaan kita. Misalnya
setiap kali bangun pagi kita bisa mencoba membangun kesadaran pertama dengan cara: Duduk dengan rilek, hening lakukan “breathing in-breathing on” menghirup nafas dgn lembut dan penuh kesadaran dan keheningan. Mendengar dengan lebih dalam, melihat dengan hati. Lama lama jiwa kita akan ditintun untuk terhubung dengan yg transenden yakni Allah sendiri. Lama lama vibrasinya akan terasa dalam hati yg damai, memandang segala sesuatu dengan cahaya. Dan inilah pintu masuk kontemplasi dan kebahagiaan jika dilanjutkan dengan kesadaran lebih dalam.
Yesus dalam Sabda hari ini juga menuntun kita menjadi pribadi yg bahagia melalui indera kita utk melihat dan mendengar:

“Berbahagialah mata kalian sebab melihat, berbahagialah telinga kalian sebab mendengar…”

Mata, telinga, dan hati yang berfungsi di hadapan Yesus menjadi sarana kebahagiaan. Apakah kita juga merasakan kebahagiaan dengan peran mata, dan telinga kita. Jika kita jujur, seringkali dari mata dan telinga kita malah membawa kita pada kegelapan dan dosa. Karena kita kurang memberi peran yg tepat untuk mata (memandang dalam Allah) dan telinga kita (mendengarkan suara Allah) lewat apapun.Kita kurang memiliki ketajaman rasa, supaya peka pada kehendak Allah dan terutama dalam mengimani Yesus. Maka saatnya kita memberi nutrisi rohani untuk mata dan telinga kita lewat *keheningan* dan kontemplasi memandang Dia.

Mari kita fokus dengan kesadaran untuk memohonkan berkat Allah lewat indera kita dengan mengkontempalasikan doa berkat Dominikan agar kita diselamatkan melalui cara pandang kita dan cara memilah pendengaran kita.

*Doa Berkat Dominikan*

Semoga Allah Bapa memberkati kita,
Semoga Allah Putera menyembuhkan kita,
Semoga Allah Roh Kudus menerangi kita. Dan memberi kepada kita .
Mata untuk melihat,
Telinga untuk mendengar,
Tangan untuk melaksanakan karya Allah.
Kaki untuk berjalan dan mulut untuk mewartakan sabda keselamatan. Semoga malaikat perdamaian menjaga kita. Dan akhirnya berkat Rahmat Tuhan membawa kita ke kerajaanNya.

Doa yang indah ini akan menjawab Sabda Tuhan hari ini. Agar kita semakin mengimani Tuhan dengan seluruh rasa dan indera. Sehingga tubuh kita menjadi sarana yg layak diberkati, dikuduskan dan diselamatkan.

Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine. OP