SECERCAH HENING
Minggu, 27 Juli 2025
Luk 11: 1-13
*”Gigih”*
Terobos karang kesombongan,
Mengulas lembut kekakuan,
Menyisir hati penuh kelembutan,
Merubah dari kedalaman.
Gigih mengharap fajar,
Tegap menanti senja,
Maknai titian dgn iman yg benar,
Bersukacita dari lorong kedamaian.
Gaya hidup seseorang seringkali berbanding dengan gaya mereka beriman. Dan gaya seseorang beriman sebanding dengan gaya mereka berelasi dengan Tuhan. Dan gaya berelasi sebanding dengan peran yg dimainkan dalam hidup. Dan hidup seseorang adalah potret atau resonansi dari kualitas relasi atau peran yg dimainkan.
Tidak mudah memahami kata-kata ini, tetapi yg mau dikatakan bahwa cara hidup kita akan menentukan cara Tuhan masuk mengambil peran yg sentral atau tidak dalam hidup. Sabda Tuhan hari ini setidaknya memperjelas gaya hidup macam apa yg perlu kita mainkan agar apapun yg kita harapkan dalam hidup tercapai.
Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu :Mintalah, maka akan diberikan kepadamu, carilah, maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Setiap orang yg meminta, menerima, dan setiap orang yg mencari,mendapatkan dan setiap orang yg mengetuk, baginya pintu dibukakan”
Kegigihan kita untuk meminta kepada Tuhan jika disertai oleh iman dan kasih yg besar = kegigihan kita membentuk dan memformat diri untuk terkabulnya doa itu. Jadi yg mengabulkan doa sepenuhnya adalah kuasa Tuhan. Namun Tuhan bekerjanya lewat kegigihan kita untuk mewujudkannya dengan membentuk diri seperti selaras dengan intensi doa yg kita minta. Tuhan tidak bekerja lewat batu, angin, badai, tetapi kuasa Tuhan bekerja lewat keterbukaan hati,budi,rasa, dan tubuh kita secara penuh. Maka jika kita berdoa namun tubuh kita malas, hati kita tertutup, pikiran kita terpecah dan gaya hidup kita tidak menyesuaikan dengan gaya yg ingin Tuhan kabulkan maka apa yg kita minta tak akan terpenuhi. Sebaliknya Tuhan bekerja dalam hati yg terbuka hingga apa yg kita minta akan jauh terpenuhi dan terlampaui bahkan dari apa yg kita harapkan.
Maka doa kita semestinya selaras dengan gaya hidup kita dan atau sebaliknya. Semoga dengan inspirasi Injil hari ini, kita tidak akan pernah menggerutu pada Allah manakala doa kita tidak terkabul, bisa jadi Tuhan sedang bekerja membetuk diri kita terlebih dahulu karena supaya doa kita pantas menjadi nyata dlm hidup kita. Dan sebaliknya hidup kita sepotret dengan resonansi doa kita. Jangan gelisahkan hatimu dengan aneka hal yg tak perlu, tetapi berpalinglah selalu pada role model Allah, hingga hatimu makin damai yg mengalir dalam sikap dan tindakan sebagai buah doa.
*Contemplating*
Marilah kita heningkan kecenderungan hidup kita yg malas dan menghalangi doaku terkabul.
*Actuating*
Sikap dan perilaku apa yg perlu mulai kuubah agar doaku terwujud.
*Reflecting*
Marilah kita bersyukur karena kuasa Tuhan telah bekerja sebelum doaku terkatakan.
*Praying*
Tuhan berlah aku kedamaian hati untuk sanggup menerima apapun dalam hidup yg tidak bisa diubah. Dan berilah keberanian untuk mengubah hal yg bisa kuubah. Sehingga kuasaMu bekerja melampaui keinginan doaku. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine. OP





Recent Comments