SECERCAH HENING
Sabtu, 26 Juli 2025
Mat 13: 16-17
*”Mata ke tiga”*
Memandang dibalik rasa,
Berpikir dibalik indera,
Bersikap atas kuasa Cinta,
Memandang dengan MataNya.
….Kita sering kali mendapat pertanyaan yg tidak terduga misalnya : Apa yg membuatmu bahagia dalam hidup ini ?. Spontan kita lantas menjawab, saya bahagia karena hidup saya mapan, keluarga harmonis dan utuh, anak-anak berhasil, karier menanjak atau saya bahagia karena memiliki banyak sahabat, memiliki rumah mewah, mobil bagus, jaminan hari tua aman, dll. Rasa bahagia sering kali dihubungkan dengan apa yg bisa dimiliki. Hal ini jelas berbeda dengan gambaran bahagia yang dipuji oleh Yesus dalam Injil hari ini yang menyatakan:
“Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yg kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yg kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya”.
Orientasi kebahagiaan yang ditawarkan Yesus adalah Soal cara pandang terhadap hidup. Hidup ini untuk bahagia pasti butuh materi dan basic need. Tetapi jika semua itu ada, belum tentu orang mengalami kebahagiaan yg sejati, manakala cara pandangnya terhadap hidup buram. Kebahagian yg ditawarkan Yesus berhubungan dengan *keselamatan*. Kita layak dan diundang menjadi bahagia bukan karena aneka barang, harta, kuasa, kemudahan dan relasi manusiawi tetapi menjadi bahagia karena mata batin kita telah melihat *kebenaran* yaitu pribadi Yesus sendiri. Dan telinga kita telah mendengar suara kebenaran yang sering sayup- sayup diantara aneka suara kehidupan yang bising ini. Melihat dan mendengar merupakan dua hal penting dari buah penginderaan kita yang paling efektif. Dengan mata dan telinga kita bisa berbuat dosa berat. Namun dengan mata dan telinga yang sama kita bisa memperoleh keselamatan. Mata yg telah melihat kebenaran akan selalu memandang segala sesuatu secara positif sebagaimana Allah memandang (kontemplatif). Tidak hanya mengandalkan mata kanan dan mata kiri tetapi mata ketiga yaitu mata Allah *the eyes of God* sebaliknya mata yg tidak melihat *kebenaran*, ialah mata yg selalu melihat keburukan atau selalu melihat segala sesuatu secara negatif. Demikian juga dengan telinga yg tidak pernah merasakan suara atau mengenal suara kebenaran, maka yg menarik untuk didengar adalah suara kematian berupa gosip, gibah, ngrumpi, intimidasi, atau semua suara yg merupakan manifestasi dari bentuk kejahatan yg kadang asyik karena bisa menciptakan *black happiness*. Kebahagiaan yg semu karena didapat di atas selera kegelapan.
Maka marilah kita bersyukur bahwa dengan mengenal pribadi Yesus kita telah melihat jalan kebenaran dan hidup. Dan selayaknya kita menjadi orang yang paling berbahagia karena boleh mengenal cara Dia memandang kehidupan ini. Mari kita belajar menyelaraskan cara Tuhan berpikir, merasa dan berperilaku lewat mata ketiga kita yaitu perpaduan mata rohani kita dengan mata Allah. Jangan ragu untuk hidup secara baru, berpikir, merasa dan bertindak selaras dengan suara terdalam kita. Dan untuk itu jangan takut terluka, sebab jika hatimu tergores karena sebuah keutamaan maka Allah akan memelukmu dengan kesembuhan yg sempurna.
*Contemplating*
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan,rasakan dan kenali suara dan wajah Tuhan dari kedalaman batin kita, hingga kita mengalami keteduhan hidup utk lebih peka mendengar dan melihat kebaikan Allah dalam hidup yg nyata.
*Actuating*
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka untuk melihat dan mendengar suara Tuhan dalam batin yg terdalam.
*Reflecting*
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin peka dan berbahagia karena telah menemukan jalan kebenaran dan lehidupan sejati.
*Praying*
Allah Bapa, ajariah kami mampu untuk belajar akan kasih dan semangatMu menyiapkan jalan keselamatan bagi kami. Mampukan senantiasa dapat melihat dan mendengar suara-Mu yang menyelamatankan. Demi Kristus Tuhan kami Amin.
Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine. OP





Recent Comments