SECERCAH HENING
Selasa, 24 Juni 2025
Luk 1 : 57-66.80
*”Be Humble”*
Menyelam dan berkaca,
Menatap ragu aneka fakta,
Menatap sepi yg menerpa,
Keheningan jd teman mengada.
Kemuliaan mengintip dlm senja,
Terukir manis rencanaNya,
Tak tersapa oleh dosa,
Terkuak Yohanes namanya.
Hari ini adalah hari raya kelahiran St. Yohanes. Hari kelahiran St. Yohanes merupakan salah satu hari raya tertua dalam Gereja Katolik yg ditetapkan pada konsili Agde tahun 506. Sebagai hari raya utama karena peran dan misi St. Yohanes dalam mempersiapkan juru selamat sebagai perintis jalan keselamatan melalui pembabtisan dan sekaligus pertobatan.
Manakala sebuah kelahiran dirayakan hal itu ingin memaknai bahwa saat itulah sebuah perjalanan besar kehidupan manusia itu dimulai. Maka sebenarnya tidak ada kelahiran yg tak dikehendaki, karena tahap kehidupan itu telah dimulai dan siapapun tak mungkin menolaknya, karena keberadaannya berkaitan dengan hakikat Allah. Dan setiap kelahiran otomatis tersirat peran dan rencana Allah yang sangat special baginya, meski peran itu baru akan dinyatakan pada perjalannya. Maka tak heran Gerejapun memaknai kelahiran tokoh-tokoh penting dalam sejarah keselamatan untuk dirayakan, sebagaimana hari ini St. Yohanes Pembabtis. Yang kelahirannya telah menyiratkan peran yg luar biasa dalam sejarah keselamatan manusia.
“Menjadi apakah anak ini nanti? Sebab tangan Tuhan menyertai dia,. Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.”
Peran yg makin nyata membuat jati diri seseorang makin tak butuh untuk dinampakkan, karena sadar peran yg dimainkan adalah karena buah dari anugerah padang gurung keheningan. Makin seseorang turut berperan dalam karya keselamatan Tuhan dalam skala apapun, semakin *humble* krn pekerjaannya adalah pekerjaan Allah. Semoga pada hari kelahiran St. Yohanes membuat kita makin membuka diri utk mewujudkan peran yg direncanakan Allah sejak kelahiran kita, dengan sikap yg makin rendah hati. Zakharia tidak bisa bicara sampai sebuah kenyataan besar terjadi, yakni kelahiran puteranya untuk diberi nama Yohanes. Kebisuan Zakharia tentu bukan hanya tidak bisa berwicara, tetapi ada rahmat besar yg tersembunyi yang memintanya untuk lebih banyak memaknai lautan keheningan yg dalam. Sebuah peristiwa hidup, akan menjadi sebuah peristiwa iman yg mendatangkan kemuliaan Allah yg lebih besar manakala diiringi oleh ketajaman hati untuk mengarungi keheningan. Dan betul ketika tiba saatnya kemuliaanTuhan dinyatakan dari kelahiran Yohanes,membuat Zakharia bisa bicara lagi. Bisa jadi ketika Zakharia tidak bisa bisu kenyataan itu akan sekedar menjadi sebuah buah bibir biasa yg melahirkan hoak yg berantai. Namun karena peristiwa itu dibingkai dengan keheningan zakharia yg sangat taat dan rendah hati atas keputusan Tuhan, maka peristiwa itu menjadi peristiwa iman yg melahirkan kemuliaan Allah yg lebih besar.
Maka janganlah ragu untuk menyelami setiap peristiwa hidupmu yg pahit sekalipun, dengan sikap hening dalam penyertaan Tuhan, tahanlah untuk tidak mengeluh sampai kemuliaan Tuhan dinyatakan. Dan ubahlah keluhanmu menjadi pujian syukur bagiNya. Niscaya hidupmu akan penuh berkat.
*Contemplating*
Mari kita heningkan seluruh diri kita, menimba daya kepenuhan kasih Allah.
*Actuating*
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin rendah hati, membiarkan Tuhan menggunakan diri kita utk kemuliaan-Nya.
*Reflecting*
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan peran yg direncanakan Allah sejak kelahiran kita.
*Praying*
Allah Bapa di surga, kami bersyukur Engkau telah menghadirkan St. Yohanes sebagai perintis jalan keselamatan yang rendah hati. Semoga kamipun makin rendah hati dan terbuka utk dipergunakan Allah melalui hidup dan karya kami Demi kemuliaan Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salve
Salam Veritas
Sr. Albertine. OP





Recent Comments