Hari ini mereka diperkaya dengan presentasi dari Sr. Barbara Reid, OP (AS) yang berbicara tentang Spiritualitas yang terbuka: Membaca tanda-tanda zaman.
Pada hari kedua, pagi dan sore hari, kami mengikuti konferensi yang diberikan oleh Suster Barbara Reid OP dari Kongregasi Suster Santo Dominikus dari Hati Kudus, Grand Rapids USA. Suster Barbara membahas tema “An open eyed spirituality. Reading the signs of the times as a prophets and bridgebuilders.” An open eyed spirituality mengajak kita untuk melihat segala sesuatu dengan sangat dalam (depth) juga mendorong kita melihat sesuatu dari atas (height) dengan cakrawala pandang yang luas.

Sister Barbara Reid OP
Kita diajak untuk melihat panggilan kenabian kita. Bersama banyak tokoh dalam kita suci yang juga merasa takut, tidak layak, masih muda, dan ragu, namun kemudian penuh iman dan semangat. Seperti Maria dan Elisabeth, dua tokoh wanita Alkitab yang menjadi Prophet of Grace, demikian kita juga dipanggil untuk menjadi pengkhotbah wanita yang dapat membagikan rahmat, menemukan blessing dalam situasi sulit.
Selain itu, kita juga dipanggil menjadi bridgebuilders, pembangun jembatan. Dalam tradisi disputatio dominikan, St Thomas menulis ” We are mendicants for the truth, happy to beg a little bit of illumination from everyone whom we meet on the road “. Sebagai pengemis kebenaran, kita bahagia menerima sedikit pencerahan dari setiap orang yang kita jumpai. Menjadi prophets ataupun bridgebuilders bukanlah “alone ranger” yang bekerja dan berjuang sendiri. Panggilan ini komunal, kita bekerja bersama, berjuang bersama.






Recent Comments