SECERCAH HENING
Kamis, 1 Mei 2025
Yoh 3: 31-36
“Komitmen”
Meniti hari dalam bayang senja,
Menggerus tiap waktu dlm cinta,
Pemberian diri tnp batas usia
Mengafiksasi diri dgn sukacita.
Jangan takut dan gelisahkan hatimu dengan aneka hal yg menjauhkanmu dari jalan untuk mencintai. Hidup hanya akan berarti jika dihayati sebagai tindakan eksplorasi kita untuk mencintai. Mencintai hidup, sebagai bentuk komitmen yang menuntun hidup pada vibrasi kebaikan untuk diri sendiri, sesama, alam dan Tuhan.
Komitment final atas hidup selalu mengarah pada jalan akhir kehidupan setiap orang yakni hidup bersama Tuhan sebagai akhir eksplorasi cinta yang kekal. Hal ini selaras dengan Injil hari ini:
“Barang siapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal…”.
Hidup kekal dianugerahkan kepada kita sebagai buah komitmen Allah bagi orang yang percaya yaitu orang yang mencintai. Perjalanan kita untuk percaya kepada Allah adalah perjalanan Cinta. Dan sekaligus perjalanan spiritual yang dihayati dari hari ke hari yang mengarah kepada hidup kekal. Selaras dengan ajakan Paus Fransiskus : tentang jalan Kekudusan Berarti jalan Mencinta. Dalam ‘Gaudete et Exsultate’ (Bersukacita dan bergembiralah), Bapa Suci mengatakan, bagaimana panggilan untuk kekudusan adalah panggilan pribadi yang dianugerahkan kepada setiap orang beriman. Namun “kita sering tergoda berpikir bahwa kekudusan hanya untuk mereka yang dapat mengundurkan diri dari urusan duniawi dan menghabiskan banyak waktu dalam doa,” tulisnya. Tapi, “bukan itu masalahnya”.
“Kita semua dipanggil menjadi suci dengan menjalani hidup kita dengan cinta dan memberikan kesaksian dalam segala hal yang kita lakukan, dimanapun kita berada,”. Jalan menuju kekudusan, hampir selalu bertahap, terdiri dari langkah-langkah kecil dalam doa, berkorban dan melayani orang lain sama halnya dengan jalan mencapai hidup kekal. Kesucian yang Tuhan inginkan pada kita akan tumbuh melalui isyarat-isyarat kecil, dalam hidup tiap hari yakni Menghadapi setiap kesulitan hidup tidak dengan mengeluh, tetapi berjuang dengan gigih dilandasi doa. Menghadapi keputusasaan dengan hidup penuh harapan, menghadapi kesepian dengan banyak berdoa, menghadapi kegalauan dengan terus belajar melayani dengan cinta, menghadapi situasi krisis seperti saat ini, menjadi kesempatan untuk terus mendekatkan diri pada Tuhan dan mengembangkan afiksasi diri secara positif.
Inilah jalan lebar bagi hidup kekal. Kualitas kepercayaan kita pada Allah akan terpotret dalam kualitas Cinta kita dalam memaknai hari demi hari dalam tindakan-tindakan sederhana, namun dengan Cinta yang besar. Semoga semangat Paskah menguduskan hidup harian kita menuju hidup yang kekal. Dan memaknai perjalanan hidup setiap hari sebagai perjalanan spiritual.
Contemplating
Marilah merangkul keheningan lebih dalam, mencecap hadirnya Tuhan lebih nyata.
Actuating
Mari teguhkan batin kita untuk terus mencecap Kehadiran Tuhan dalam realitas.
Reflecting
Mari maknai tiap realitas dengan mengenali wajahNya hingga memperteguh jalan untuk mencinta.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami rahmat kekudusan agar makin memiliki Cinta yang berkobar unttuk menjalani hari-hari hidup kami seturut kehendakMu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr.Albertine,OP





Recent Comments