SECERCAH HENING
Minggu, 26 Januari 2025
Luk 1:1-4. 4: 14-21
“Khabar Gembira”
Menatap dalam bayang Cinta,
Tertembus perjumpaan tanpa batas,
Mendamba degup kerinduan,
Bayangan secitra jadi nyata.
Hati melihat dengan rasa,
Mengulas media dengan jiwa.
Berbagi karena Cinta.
Mewarnai buah sukacita.
Hidup di era informasi yang ditandai dengan maraknya pemanfaatan media sosial di dunia maya untuk aneka kepentingan hidup, membuat orang sangat tergantung dengan aneka informasi dan berita untuk mengisi hidup dan waktunya. Orang menjadi sangat bangga dan getol jika disebut sebagai informan pertama yg tahu dan menyebarkan info apapun ke semakin banyak orang. Tak heran jika berita ‘hoak’ menjadi mudah tersebar dan sulit dikenali antara mana berita kebenaran dan mana berita menyesatkan. Demikian juga Yesus dalam Injil hari ini, sesudah dicobai iblis yang menyebarkan pesan yg tidak baik di Padang gurun. Dan dalam kuasa Roh Ia kembali ke Galilea.Dan saat membaca Alkitab di rumah ibadat
Yesus menemukan nas,di mana ada tertulis
“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan khabar baik kepada orang-orang miskin dan Ia telah mengutus Aku untuk menberitakan pembebasan orang-orang yg tertindas…”.
Dalam konteks ini Yesus juga menyebarkan berita kepada para pendengarnya. Namun bedanya berita yg disebar adalah khabar gembira (good news) khabar baik bagi orang yg miskin dan tertindas. Dan Yesus sendiri jati diri dan identitasnya telah menjadi khabar gembira itu sendiri. Artinya tanpa mengatakan sepatah katapun kehadiran Yesus sudah menjadi khabar baik bagi orang lain dan senantiasa menginspirasi orang untuk hidup baik. Dasar dari semua khabar baik yang di wartakan Yesus bukan warta hoak tetapi warta yg bersumber dari kuasa Roh Tuhan. Sampai saat ini kitapun sebagai pengikut Yesus juga dipanggil untuk menjadi pembawa khabar baik, yg bersumber dari Roh Tuhan dan bukan suara pendengar yg penuh intrik dan kecurigaan. Agar suara Roh Tuhan bisa menjadi filter bagi kita, maka kita perlu rajin memaknai dan menyediakan waktu menyelami padang gurun dalam hidup tiap hari. Hingga berita yg kita wartakan adalah warta kebenaran yg telah kita timba dari suara padang gurun atau suara keheningan batin terdalam. Semoga Injil hari ini menginspirasi kita untuk berani menjadi pewarta khabar baik dimanapun dan kapanpun.Hingga isi warta kita bukan menebarkan kebencian tetapi menghembuskan aura kesejukkan dan menyuarakan kebenaran di tengah arus media yg tak terkendali ini. Mari kita belajar memulai langkah kecil, membiarkan seluruh sikap kita menjadi tanda jejak jejak kasih Tuhan yg manis penuh pelukan kasih yg melegakan bagi sesama.
Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa dan seluruh diri untuk memasuki padang gurun hidup dan mendengarkan Roh Tuhan.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin tenang menghadapi aneka badai kehidupan karena percaya Yesus ada bersama kita dan membiasakan datang pada Yesus tiap waktu.
Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku makin peka menangkap kehadiran Tuhan dan mewartakan khabar baik bagi sesama.
Praying
Allah Bapa, berilah kami rahmat-Mu agar makin tenang dan matang dalam menyikapi setiap badai kehidupan. Dan berani mewartakan khabar baik bagi sesama.Karena Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP





Recent Comments