SECERCAH HENING
Rabu, 12 Maret 2025
Luk 11: 29-32
Symbolic Way
Kudengar detak pertama
Dalam rahim belantara,
Bayang tanda pertama,
Nyaring di keheningan rasa.
Kudengar detak pertama,
Dalam bayang2 senja,
Pelangi di ujung mata,
Buat hidup penuh rasa.
“Zaman ini, dari aneka tanda yang terlihat, manusia makin kehilangan orientasi sosialnya”.
Kelembutan, kasih sayang antar pribadi digantikan dengan interaksi by media smartphone. Banyak pintu terbuka bagi tanda keselamatan tetapi orang menutup diri dengan dunianya sendiri yakni dunia maya. Hal ini mengingatkan kita akan tahun 2025 ini sebagai tahun Yubelium dimana Bapa Suci mengajak kita umat beriman untuk memaknai hidup dengan berziarah dalam pengharapan. Setiap keuskupan menentukan katedral dan beberapa Gereja di tetapkan sebagai “Porta Sancta” Pintu Suci. Dimana kita perlu melewati pintu itu sebagai tanda peziarahan dalam iman harapan dan kasih masuk lewat pintu yg tertutup untuk dibuka agar kita memasuki pintu itu sebagai tanda memasuki punti kerajaan Allah sumber belas kasih. Dengan kita memasuki pintu itu kitapun makin membuka hati untuk menjadi pintu bagi sesama agar mengalami kebaikan Allah.Sebagaimana Injil hari ini Yesus juga menjadi tanda bagi kita untuk mengalami keselamatan.
“Angkatan ini adalah angkatan yg jahat. Mereka menghendaki tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikianlah Anak manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini”.
Mari tetaplah bertumbuh dalam semangat iman. Karena tanda keselamatan kadang tidak hanya hadir dalam tanda yg ajaib dan spektakuler. Tetapi yang sederhana, biasa-biasa, tetapi hadirnya menginspirasi hidup dengan cara yg sederhana, memberi energi dan daya ubah yg luar biasa. Yesus sendiri bersabda angkatan ini tak akan diberi tanda selain tanda nabi Yunus yg hidup diperut ikan selama 3 hari dan disempurnakan oleh kehadiran Yesus selama 3 tahun berkarya dan 3 hari dimakam sebelum Ia bangkit. Dan setelah kebangkitan-Nya Ia hadir sepanjang hidup manusia melalui Roh-Nya. Namun apakah kita sungguh percaya? Jika percaya maka setiap hari Allah sesungguhnya telah menyusun scenario yg kadang amat lembut untuk menyapa kita. Allah hadir tidak akan melampaui kemampuan kemanusiaan kita untuk menangkapnya. Tetapi Allah sesungguhnya hadir setiap hari dalam film kehidupan kita yg nyata. Belajarlah mempertajam kepekaan indera, agar makin terbuka menangkap sensor kehadiran Allah. Dan cara mempertajam indera adalah keberanian memberi ruang hening dalam hidup, mengosong diri, membiarkan Tuhan masuk dalam pintu atau kamar sempit diri dan ego kita, dan hadir menubuh dengan kemanusiaan kita. Sehingga scenario peta perjalanan hidup kita tidak menyimpang dari rencana Tuhan.
Jangan ragu meniti peta perjalanan kakimu, kadang harus berhenti sejenak di titik rapuhmu. Dan rasakan tanda kehadiranNya yang ajaib.
Contemplating
Marilah kita heningkan hati, budi, jiwa raga, rasa, agar makin peka merasakan tanda kehadiran Allah.
Actuating
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dan peka terhadap kehadiran Allah.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan peka dibimbing oleh Roh yang menghidupkan.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yg terbuka dan jiwa yg peka, agar hidup kami makin mengalami kepenuhan dan kebahagiaan karena mengenal Kristus yang hadir dalam tanda-tanda kehidupan setiap hari. Dalam semangat Kristus Tuhan dan juru selamat kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP





Recent Comments