SECERCAH HENING
Sabtu, 5 April 2025
Yoh 7: 40-53
“Semangat Kenabian”
Mencecap air keheningan,
Lunak oleh tuas kelembutan,
Peluk ruang ketulusan,
Maju tapaki titian penolakan,
Ambil peran dalam ketersembunyian,
Cecap daya sinar rembulan,
Tertatih antara mega & awan,
Penolakan sisi indah kemenangan.
Jangan gelisah manakala hadirmu tak dihiraukan orang. Jangan sedih manakala cintamu yg tulus tak dianggap, Jangan takut, manakala tak seorangpun mengenalmu. Jangan keraskan hatimu dengan aneka kekecewaan yg menghampirimu. Karena saat itulah Tuhan tengah menyulam lembut hatimu, menjadi hati yg pengampun dan penuh kelembutan kasih. Kelembutan kasih membuatmu siap menjalani hari-harimu yang tandus tanpa kehilangan sukacita.
Sukacita yg demikian merupakan semangat kenabian yg kadang membawa kita untuk siap mendobrak kemustahilan, karena apa yg kita buat bisa jadi membongkar zona nyaman orang lain. Namun hati yg mencintai tak akan mundur karena penolakan. Seperti halnya yg dilakukan oleh tua tua bangsa Yahudi.
Saat Yesus mengajar di Yerusalem. Beberapa di antara orang banyak yg mendengarkan perkataan-perkataan Yesus, berkata:
“Dia ini benar-benar nabi yg akan datang. ” yang lain berkata:”Ia ini Mesias”. Tetapi yg lain lagi berkata:”Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud…”.
Keraguan akan keberadaan Yesus sebagai putera Allah dan Mesias menjadi sebuah rentetan kisah penolakan bagi-Nya. Sampai puncaknya pada penyaliban. Dan Yesus sendiri menyadarkan kita bahwa setiap orang yg mau mengikuti Aku harus menyangkal diri dan memanggul salibnya setiap hari. Dan siapapun yg mengikuti-Nya juga diutus seperti domba di tengah serigala. Ilustrasi di atas sekaligus mengundang setiap murid-Nya makin militan dan tangguh. Karena setiap orang dengan dibabtis otomatis dipanggil, diutus, diikut sertakan dalam perjalanan untuk senasib dengan Yesus, yg siap diutus, ditolak, dihina dan disalibkan untuk kemundian bangkit. Keberanian untuk rela senasib dengan Yesus namun tetap tegar merupakan wujud dari semangat kenabian.
Semangat kenabian adalah semangat hidup yg membawa kedamaian pada konflik, tetapi juga membawa konflik pada kedamaian yang palsu. Yang dimaksud damai palsu adalah kedamaian atau kebahagiaan yg didapat dengan mengelabuhi dan menyembunyikan ‘kebenaran’ dengan menghalalkan segala cara atau sering disebut ‘black happiness’. Semoga inspirasi Injil hari ini membuat kita makin ‘aware’ sadar bahwa mengikuti hidup Yesus harus siap untuk menjadi manusia yg tangguh, militan dan tidak manja atau tidak lembek. Kendati sebagai minoritas di tengah bangsa yg besar kita harus tangguh, berani membawa dan memperjuangkan Kebenaran dengan cara yg benar. Dan siap pula ditolak dan dihina dengan sikap yg sabar, penuh iman harapan dan kasih. Dan diiringi dengan pengampunan yg tulus membuat ketangguhan pribadi kita makin matang dan berkualitas untuk sanggup mengatasi setiap penolakan tanpa kehilangan sukacita dan hidup dalam pengharapan.
Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, hati dan budi kita agar makin tangguh.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kita ubah dan biasakan agar makin matang dalam menghayati semangat kenabian.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku makin matang dalam hidup.
Praying
Bapa yang maha kasih. Kami bersyukur atas Yesus putera-Mu yang merelakan diri untuk ditolak dan tak dikenal manusia sebangsa-Nya. Namun ketegaran dan ketaatan-Nya pada Bapa menginspirasi kami untuk menjadi ‘alter christy’ yg berpribadi tangguh dan matang dalam mengimani Engkau. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP





Recent Comments