SECERCAH HENING
Selasa, 28 Januari 2025
Pesta St. Thomas Aquinas
Mrk 3: 31-35

” Warna Relasi”

Hadir tuk saling mengada,
Terpesona oleh kelembutan jiwa,
Menyapa ruang hampa,
Tervibrasi oleh pelukan Sabda

St. Thomas Aquinas adalah seorang teolog,filsuf dan Pujangga gereja abad 13 dari Ordo Pewarta (OP). Dia dikenal atas pandangannya mengenai hubungan antara iman dan pengetahuan. Iman dan akal budi tidak bertentangan melainkan saling melengkapi. Kebenaran ilahi (iman) dan pencapaian akal budi keduanya berasal dari Tuhan. Kebenaran ilahi sering dipahami sebagai iman yang sepenuhnya tidak bisa dijangkau oleh akal budi manusia yg terbatas. Sedangkan kebenaran pengetahuan dapat dicapai melalui penelitian ilmiah, pengkajian, studi dan pengalaman pengalaman. Saat ini ketika ilmu pengetahuan dan teknologi makin maju dan berkembang apalagi makin marak pemanfaatan AI banyak orang mulai meragukan eksistensi Tuhan sebagai Sang Maha Pencipta. Namun St.Thomas Aquinas menegaskan bahwa iman dan kuasa Ilahi berada di atas akal budi atau pengetahuan manusia.
Yesus dalam bacaan Injil hari ini, juga membuat sebuah ‘statement’ yg memberi inspirasi dalam memaknai relasi antar pribadi sekaligus cara memandang realitas dari kacamata Sabda atau kehendak Allah.

“Ibu dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya”.

Sabda ini sebenarnya keras dan bisa melukai hati jika dilihat dari hubungan manusiawi belaka, bagaimana tidak, kehadiran ibu-Nya dan saudara saudarinya seakan dianggap tidak ada. Dan bahkan bisa dipandang melanggar etika dan sopan santun. Namun yang mau ditekankan bahwa setiap orang beriman diajak untuk membangun persaudaraan antar sesama yg dijiwai oleh buah dari kesungguhan mendengarkan sabda dan melaksanakannya secara nyata. Tidak cukup hanya menjadi pendengar tetapi pelaku sabda. Maka warna relasi persaudaraan antar pribadi dibangun bukan lagi untuk sekedar ada saudara, tetapi relasi yg diwarnai oleh sharing kehidupan yg berlandaskan keinginan untuk mewujudkan sabda berlandaskan iman dalam realitas hidup. Kedekatan yg dibangun oleh inspirasi Sabda akan sungguh mempererat hubungan saudara, sebagai keluarga Allah sendiri. Jika keluarga-keluarga Kristiani mampu membangun warna relasi atas dasar kesanggupan mendengar firman dan perwujudannya makin percaya akan kuasa Allah (iman) maka hubungan kasih akan makin dalam dan sanggup menopang aneka badai kehidupan. Serta dikuatkan untuk melewati setiap derasnya air mata menjadi untaian senyuman bahagia. Inilah wujud Kerajaan Allah yg hadir secara nyata melalui kematangan iman. Maka pernyataan Yesus di atas tidak lagi bermakna penolakan terhadap keberadaan keluarganya, tetapi justru mau memberi makna lebih dalam dari sekedar hubungan darah tetapi hubungan atas dasar iman akan Sabda Allah. Marilah kita warnai relasi kita dengan siapapun atas dasar inspirasi dan buah dari kesediaan kita mendengarkan Firman Allah dan mewujudkannya, hingga hidup yg makin panas ini, bisa diwarnai dengan oase hadirnya sentuhan kesejukkan relasi yg penuh makna. Hati yg mengasihi Allah, membuat mata hatinya selalu melihat Allah yg hadir dalam diri sesama sebagaimana diterangi oleh pengajaran iman St. Thomas Aquinas.

Contemplating
Marilah heningkan jiwa, raga, rasa dalam keheningan agar kita makin dalam mendengarkan Tuhan dan melaksanakan firman-Nya.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka mendengar Tuhan dalam membangun relasi dengan sesama atas dasar kedalaman memaknai sabda.

Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin peka menjalin relasi dengan sesama atas dasar kasih dan kebenaran.

Praying
Allah Bapa, ajarilah kami agar senantiasa terpikat untuk mendengarkan firman dan melaksanakannya, hingga setiap relasi yg kami bangun sesama kami, membuahkan kematangan, kebahagiaan dan keselamatan.Demi Kristus Tuhan kami Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP