SECERCAH HENING
Senin, 23 Desember 2024

Luk 1 : 57-66

“Otot Rohani”

Terpana di lorong hampa,
Pandang senyap fatamorgana,
Perkuat langkah segarkan jiwa,
Gapai harapan di sana.

Menjejak langkah pertama.
Iman jadi tumpuan raga,
Otot rohani kuatkan jiwa,
Maknai pertumbuhan dengan rasa.

Semua orang setuju bahwa kehidupan manusia sebenarnya dimulai jauh sebelum kelahiran terjadi dan bukan hanya saat kelahirannya. Manakala sebuah kelahiran dirayakan hal itu ingin memaknai bahwa saat itulah sebuah perjalanan besar kehidupan manusia itu dimulai bukan hanya secara fisik tetapi secara rohani. Maka sebenarnya tidak ada kelahiran yang tak dikehendaki, karena tahap kehidupan itu telah dimulai dan siapapun tak mungkin menolaknya, karena keberadaannya berkaitan dengan hakikat Allah. Dan setiap kelahiran otomatis tersirat peran dan rencana Allah yang sangat special baginya, meski peran itu baru akan dinyatakan pada perjalannya. Seperti kisah dalam Injil hari ini.

“Menjadi apakah anak ini nanti? Sebab tangan Tuhan menyertai. Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.”

Peran yang makin nyata membuat jati diri Yohanes makin tak butuh untuk dinampakkan, karena sadar peran yg dimainkan adalah karena buah dari anugerah padang gurung keheningan yg memperkuat otot rohaninya. Makin Yohanes turut berperan dalam karya keselamatan Tuhan dalam skala apapun, semakin memiliki rendah hati dan otot rohani yg kuat karena pekerjaannya adalah pekerjaan Allah. Semoga oleh Sabda hari ini membuat kita makin membuka diri utk mewujudkan peran yg direncanakan Allah sejak kelahiran kita, dengan sikap yang makin rendah hati dan memiliki keteguhan batin yg kuat. Keteguhan batin yg didukung dengan iman yg kuat pada Allah membuat ia memiliki otot rohani yg kuat pula. Otot rohani yg kuat memungkinkan kita sanggup menghadapi tantangan kehidupan seberat apapun dengan sabar dan hati yg tenang. Jangan takut untuk selalu hidup di jalan Tuhan supaya kita makin kuat bukan saja secara fisik tetapi lebih lebih otot rohani kita makin kuat dan berdaya tahan menghadapi goncangan hidup.

Contemplating
Mari kita heningkan seluruh diri kita, menimba daya kepenuhan kasih Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin rendah hati, membiarkan Tuhan menggunakan diri kita utk kemuliaan-Nya.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan peran yg direncanakan Allah sejak kelahiran kita.

Praying
Allah Bapa di surga, kami bersyukur Engkau telah menghadirkan St. Yohanes sebagai perintis jalan keselamatan yang rendah hati. Semoga kamipun makin rendah hati dan terbuka utk dipergunakan Allah melalui hidup dan karya kami Demi kemuliaanv Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr.Albertine.OP