SECERCAH HENING
Senin,30 Desember 2024
Luk 2: 36-40
“Berkah Dalem”
Kayuh kehidupan dengan hati,
Jalani hari dgn kesadaran diri,
Maknai tiap saat dlm terang ilahi,
Jadikan senjamu saat tersuci.
Dalam Gaudete et exsultate yaitu seruan apostolik Bapa suci Fransiskus tentang panggilan menuju kekudusan di tekankan bahwa: “Jangan takut untuk menjadi kudus, karena kekudusan tidak membuatmu kurang manusiawi, karena kekudusan adalah perjumpaan antara kelemahanmu dan kekuatan rahmat Allah” Maka setiap orang sejatinya dipanggil untuk menjadi kudus, jalan kekudusan sangat berbeda-beda ada yg dipanggil sebagai biarawan biarawati dan imam atau dipanggil untuk hidup berkeluarga maupun selibater awam. Semua bentuk jalan kekudusan di awali dengan pembabtisan yg secara definitif dimasukkan sebagai anak-anak Allah atau anak terang. Namun dalam pertumbuhannya setiap orang diberi kebebasan mengembangkan kekudusannya masing-masing. Seperti Kanak-kanak Yesus juga dikuduskan dengan cara dipersembahkan di bait Allah. Seperti dikisahkan dalam Injil hari ini:
“Ada di bait Allah Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh puluh tahun lamanya dan sekarang janda umur delapan puluh empat, ia tidak pernah meninggalkan bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Ketika Yesus dipersembahkan ia mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang anak itu kepada semua orang yg menantikan pembebasan untuk Yerusalem”.
Hidup yg dikuduskan adalah hidup yg dikhususkan atau hidup yg selalu diletakkan dalam konteks hubungan dengan Tuhan.Hidup yg demikian memberikan iklim kehidupan yg memungkinkan untuk mudah melihat segala sesuatu dalam terang Tuhan.
Seperti Hana ketika kanak-kanak Yesus dipersembahkan oleh orang tua-Nya, ia mampu melihat bahwa Dialah Mesias, yg tentu tidak bisa dilihat oleh orang lain yg tidak memiliki ketajaman mata ilahi. Dengan babtisan kitapun juga sudah dikuduskan dan diberi bekal untuk mampu melihat terang yg datang. Namun karena kita sering tidak menyadari bahwa hidup setiap haripun harus dikuduskan terus-menerus, maka mata kita sering kebal, suram sehingga sulit melihat terang yg datang. Dengan inspirasi sabda Tuhan hari ini, marilah kita menguduskan hari-hari hidup kita, dengan mengisi gizi rohani dalam berkat Tuhan. Orang jawa mengawali hari dan setiap perjumpaan dengan orang lain dengan kata “Berkah Dalem” artinya tiap saat lewat siapapun yg kita jumpai kita akan mendapat berkat Tuhan untuk hidup kita dan orang lain. Dan berkat Tuhan itu mampu membuat hidup lebih damai, sejahtera dan penuh makna.
Atau berkah dalem juga saya renungkan sebagai sarana menyadari bahwa hidup kita adalah anugerah yg layak kita syukuri dalam aneka situasi seperti teladan Hana.
B = Berkat Tuhan ada.
E = Engkau perlu sadari
R = Rahmatnya mengalir
K = Kurangi dosamu
A = Agar hidup bahagia
H = Hingga akhir
D = Dasari dengan doa
A = Ayo hidup jd berkat
L = Lelahmu jadikan
doamu
E = Empatilah dgn yg ada
di sekitarmu
M= Mantapkan hidupmu
dalam kuasa Tuhan.
Mari kita awali setiap perjumpaan dengan dalam Berkah Dalem agar hidup kita juga bisa menjadi berkat bagi yg lain. Dan dengan jalan itu wajah hidup kita akan cerah karena hidup yg diwarnai bukan oleh wajah kecemasan kita akan segala sesuatu, tetapi wajah yg dicerahkan oleh kehadiran Tuhan yg ada dalam hidup kita. Berkah Dalem.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk menyelami suasana Natal yg kudus, dengan mendekatkan diri pada kehadiran Allah.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah untuk bisa menguduskan hari-hari hidup kita dengan berkat Tuhan.
Reflecting
Semangat pembaharuan apa yg akan saya wujudkan mulai hari ini, sebagai pembiasaan hidup dalam berkat Tuhan.
Praying
Bapa kami bersyukur boleh melewati perayaan Natal dengan penuh damai, semoga jejak jejak baik perayaan ini, dapat kami wujudkan dengan hidup yg makin selaras dengan berkat yg mengalir setiap hari karena kuasa Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr.Albertine.OP





Recent Comments