SECERCAH HENING
Senin, 31 Maret 2025
Yoh 4:43-54
“Belas Kasih”
Kau jamah titik heningku,
Siluet jingga menembusku,
Memanah sisi rapuhku,
Tumbuhkan tunas-tunas baru.
Tatap pelangi di ujung hari,
Titian waktu kian berarti,
Merunduk belajar hidup tuk berbagi.
Menanti senja dengan girang hati.
Jangan takut untuk mengalami kematian-kematian kecil dalam dirimu, sebab saat itulah Tuhan tengah menumbuhkan pucuk tunas baru dalam hidupmu. Tunas-tunas baru berupa pengharapan dan kasih yg mematangkan hidupmu.
Meski menjadi matang dalam hidup adalah pilihan, dan menjadi tua dan mati adalah kepastian.Karena setiap orang pasti akan mati, namun belum tentu menjadi matang dalam hidup. Hingga belum tentu tiap orang siap menghadapi sebuah kematian. Karena mengalami kematian sering menyisakan perasaan kepedihan,keputusasaan, kehilangan dan bahkan depresi.Yesus sangat memahami situasi batin seperti itu dalam diri pegawai istana yang berkata kepada Yesus:
“Tuhan, datanglah sebelum anakku mati”. Kata Yesus:”Pergilah,anakmu hidup! “.Dan terjadilah seperti yg dikatakan-Nya.
Zaman ini tidak akan ada lagi Yesus yang secara fisik membangkitkan dan menghidupkan orang mati lagi. Tetapi inspirasi dan daya Roh Yesus yang membangkitkan dan menghidupkan kembali setiap kematian demi kematian dalam hidup, akan selalu ada sampai hari ini.
Kematian yg sedang mengintai kita saat ini, bukan hanya kematian fisik, tetapi kematian esensial yg membuat orang mati di tengah kehidupan. Kehilangan pekerjaan, kebangkrutan usaha, hilangan pasangan hidup, perceraian, dan kegagalan lainnya. Sisi lain adalah kematian hati nurani, kematian kepekaan atau keedulian,kematian harapan, kematian semangat berbelas kasih, kematian kasih sejati, kematian kesetiaan pada komitmen, kematian kepercayaan. Kehidupan ini makin butuh Yesus, yang tanganNya memeluk dan menjangkau tiap hati yang rapuh.
Mari sejenak ambil jeda, untuk mengenali titik titik kematianku selama ini, yg membuat diriku tak mampu menghidupkan tunas tunas baru. Makin peka hati ini mengenali tiap titik kematian, maka keberadaanku bisa menjadi tangan dan hati yg dipinjam Tuhan, untuk menghidupkan sesamaku.
Mari relakan tanganmu, hatimu, matamu, pikiranmu, telingamu, kakimu untuk dipinjam Tuhan menghidupkan sesamamu. Jika tidak untuk sesamamu setidaknya menghidupkan sisi hatimu yang rapuh, jiwamu yg tandus, pikiranmu yg sempit, matamu yg suram, telingamu yg bebal, untuk di peluk, dijamah dan direnda Tuhan dengan tunas-tunas baru untuk makin berbelas kasih. Tuhan senang jika engkau menaruh sisi-sisi rapuhmu untuk diletakkan di lenganNya yg kokoh, dan jari-jemari Tuhan yg lembut, agar hidupmu makin penuh hikmat dan berkat untuk berbelas kasih.
Contemplating
Sadari tiap tarikan nafas kita menjadi saat hening untuk terarah pada pengalaman belas kasih Allah.
Actuating
Membiasakan diri hening, sadari tiap saat adalah saat untuk menghidupkan kematian-kematian kecil agar hidup makin selaras dengan semangat Tuhan yg berbelas kasih.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku makin matang dalam menghidupkan setiap kematian dalam hidup.
Praying
Tuhan Yesus ajari kami memiliki hati yang berbelas kasih seperti Engkau. Sehingga hidup kami layak menjadi perpanjangan tangan-Mu untuk membangkitkan setiap sisi kematian diri kami sendiri dan sesama kami.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP





Recent Comments