Dengan Anggun dan balutan mantel Pada tanggal 2 Juli 2024 menjadi saksi dari sebuah momen suci dan bersejarah dalam Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus Indonesia. Perayaan Syukur Pengikraran kaul pertama yang dilaksanakan di Kapel Novisiat Santo Dominikus yang terletak di Jalan Melati Wetan Nomor 55, Baciro, Yogyakarta, Novisiat Santo Dominikus di Yogyakarta menjadi tempat di mana para suster novis OP sebagai tunas pewarta memperdalam iman dan panggilan mereka dalam menghayati spiritualitas Santo Dominikus. Dengan pengikraran kaul pertama ini, mereka secara resmi mengambil langkah besar dalam komitmen hidup sebagai suster Dominikan, mengikuti jejak Santo Dominikus.

Dengan rasa haru dan penuh syukur, Kongregasi menghantar sepuluh suster novis yang mengikrarkan kaul pertama yaitu Sr.M Leony Rosalia Pasaribu,OP berasal dari Keuskupan Sibolga, Sr.M Natania Suslinawati Sianipar,OP dan Sr.M Renata Reno Marbun, OP berasal dari keuskupan Agung Medan Sr. M Felisitas Theresia Tina, OP berasal dari keuskupang Agung Makassar, Sr. M Crescentia Cristina Widiati, OP berasal dari Keusukupan Tanjung Karang, Sr.M Sofia Yohana Dwista, OP berasal dari keuskupan Padang, Sr.M Anselma Voyansia Muliati, OP, Sr.M Rafaela Filandia Mbiut, OP dan Sr. M Beatriks Asmi, OP berasal dari keuskupan Ruteng, dan Sr.M Graselea Conny Nudia, OP, berasal dari Keuskupan Surabaya.

Perayaan syukur dipimpin oleh Romo Joseto N. Bernadas,OP dan Romo Maximilianus Slamet Widodo,OCSO dengan tema Syukur yang dipilih oleh para suster pestawati yaitu “Tuhan ini aku, utuslah aku”. Para suster yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, membawa bukti nyata dari keragaman dalam kesatuan iman dan panggilan, serta kesediaan untuk mendedikasikan hidup untuk pelayanan dan pengabdian kepada Tuhan dan sesama.

Dalam homili, Rm.Joseto menyampaikan beberapa pesan berkaitan dengan simbol mantel Dominikan dan momen perdana pengikraran kaul bagi para suster pestawati yaitu Pemakaian mantel hitam yang berarti membawa kehangatan, perlidungan kepada sesama dengan terus-menerus berpantang dan berpuasa menghayati hidup yang sederhana, mencari serta menjadi sumber kebenaran sehingga memberi inspirasi melalui hidup taat dan setia. Apabila ada rasa takut karena tidak mampu janganlah khawatir sebab Allah yang akan memampukan dalam menapaki perjalanan panggilan ini bagian kita adalah keberanian untuk hadir dan maju.

Pengikraran kaul pertama ini bukanlah akhir dari perjalanan formasi para suster, tetapi awal dari komitmen hidup yang lebih dalam dan pelayanan yang lebih luas. Semoga perayaan syukur ini meneguhkan panggilan sebagai suster Dominikan, dan memberi inspirasi bagi generasi muda untuk hidup membaktikan diri sebagai pelayan Kristus.